Transformasi Teori-Teori Hubungan Internasional

“I don’t believe that the ultimate theory will come by steady work along existing lines. We need something new. We can’t predict what that will be or when we will find it because if we knew that, we would have found it already!(Stephen Hawking)

Ilmu pengetahuan selalu muncul diiringi oleh semangat sceptic dan pembaharuan atas bangunan yang telah ada. Kemunculan sebuah pedekatan baru yang kemudian memberikan kritik atas kelemahan dan irrelevansi paradigm sebelumnya, mawarnai perjalanan tiap disiplin ilmu pengetahuan. Mirip dengan statement Stephen Hawking tentang ketidakpercayaannya terhadap teori utama yang bertahan lama. Menurut Hawking akan selalu dibutuhkan hal baru dalam pendekatan dan paradigm sebuah ilmu pengetahuan. Meski kita tidak tahu pasti apa yang menjadi hal baru dan menggantikan yang telah ada. Ilmu Hubungan Internasional merupakan salah satu objek dari sikap skeptis dan semangat pembaharuan tersebut.

Sejak awal kemunculannya Ilmu Hubungan Internasional diwarnai oleh keanekaragaman kelompok studi berbeda-beda. Sejarawan, penstudi filsafat, politik internasional, dan kalangan media ikut terlibat dalam diskusi ilmiah akan berbagai isu yang muncul di seputar Perang Dunia II. Motivasi dari kelompok Aliansi Suci melakukan agresi militer kebeberapa negara di belahan dunia tidak hanya dapat dijelaskan oleh ilmu Politik Internasional semata. Sejarawan pun ikut andil melihat sejauh mana latar belakang masing-masing aktor utama Perang Dunia II memainkan peran. Saling keterkaitan antara motif politik dan ekonomi yang berkorelasi positif dengan hubungan antar negara baik dalam skup bilateral maupun multi-lateral serta keberadaan lembaga internasional Liga Bangsa-Bangsa. Keterbatasan disiplin ilmu yang ada berikut kegagalan Liga Bangsa-Bangsa untuk menaungi terciptanya keamanan global menjadi pendorong untuk terbentuknya seuah disiplin baru, yakni Ilmu Hubungan Internasional.

Dalam kacamata ilmiah, perkembangan sebuah ilmu pengetahuan dilihat dari sejauh mana dinamika akademik dan perkembangan paradigma yang muncul dari waktu ke waktu. Transformasi paradigma dan teori tersebut menjadi ukuran karena segala aktifitas ilmiah baik penelitian, uji hipótesis, hingga proses pembentukan sebuah teori maupun pendekatan baru. Merujuk pada kaidah ini, kita hendak melihat sejauh mana transformasi yang terjadi dalam perjalan teori-teori ilmu hubungan internasional? Artikel ini tidak hendak menekankan sebuah uji hipoteis mendalam, namun lebih pada kemunculan dan pergeseran paradigma dan pendekatan yang terjadi dalam perjalanan ilmu hubungan internasional.

Leave a comment

Filed under International Relations

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s