Definisi Diplomasi

Kita sering mendengar istilah diplomasi di berbagai media cetak dan internet. Bagi kalangan akademisi , pengamat, serta praktisi hubungan internasional ataupun politik luar negeri, istilah ini menjadi makanan sehari-hari. Namun bagi khalayak umum, akan muncul sebuah pertanyaan apa sebenarnya definisi diplomasi dan bagaimana sejarah diplomasi. Tulisan singkat ini hendak menjawab kedua pertanyaan tersebut.

Diplomasi berasal dari kata Yunani “diploma”, yang secara harfiah berarti ‘dilipat dua’. Menurut tradisi Yunani kuno, ‘diploma’ merupakan sertifikat kelulusan dari suatu program studi, biasanya dilipat dua. Pada era Imperium Romawi, kata “diploma” digunakan untuk mnggambarkan dokumen resmi perjalanan, seperti paspor dan izin perjalanan di wilayah kerajaan, yang distempel pada dua lempengan logam.

Seiring dengan perjalanan waktu, arti dari ‘diplomasi’ semakin berkembang lebar. Diplomasi dilekatkan dengan dokumen resmi seperti perjanjian dengan suku bangsa asing. Pada tahun 1700an Perancis menyebut lembaga dimana para pejabat perwakilan bertugas dengan nama korps “diplomatique”. Pada era yang sama pula kata “diplomasi” pertama kali diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris oleh Edmund Burke tepatnya tahun 1796, yang diserap dari bahasa Perancis “diplomatie”.

Untuk kebutuhan pengayaan akademik (academic enrichment), menarik jelasnya mengutip beberapa referensi ilmiah. Dengan begitu kita dapat memperoleh beberapa alternative sudut pandang dalam mendefinikan kata diplomasi secara istilah. Walhasil, sebuah benang merah koklutif akan member cakupan makna kata yang lebih otentik.

Secara sederhana, diplomasi dapat didefinisikan sebagai seni dan praktik negosiasi antara wakil-wakil dari negara atau sekelompok negara. Istilah ini biasanya merujuk pada diplomasi internasional, dimana hubungan internasional melalui perantasra diplomat profesional terkait isu-isu perdamaian, perdagangan, perang, ekonomi dan budaya. Begitu pula perjanjian internasional yang biasanya dinegosiasikan oleh para diplomat sebelum disetujui oleh politisi nasional dalam negeri.

Encarta Microsoft Student 2008 mendefinisikan kata diplomasi sebagai managemen komunikasi dan hubungan antar bangsa oleh anggota dan segenap aparatur pemerintahan yang terlibat (the management of communication and relationships between nations by members and employees of each nation’s government). Tidak jauh berbeda dengan Advanced Oxford Dictionary 2003 yang mengartikan kata ‘diplomacy’ sebagai aktifitas mengelola hubungan antar Negara berbeda (the activity of managing relations between different countries). Meski secara tehnis kamus terkenal tersebut menambahkan bahwa diplomasi merupakan ketrampilan untuk berurusan dengan orang lain dalam situasi sulit tanpa cara menyakiti maupun offensive (skill in dealing with people in difficult situations without upsetting or offending them).

Lebih jauh lagi, dari sudut pandang social informal, diplomasi dapat dikatakan sebagai tenaga kerja dari kebijaksanaan strategis agar memperoleh keuntungan atau untuk saling menemukan solusi dari sebuah permasalahan yang sedang dihadapi sehingga dapat diterima oleh dua atau banyak pihak. Dan hal ini dilakukan dengan cara halus, sopan, serta tanpa sikap konfrontatif.

Leave a comment

Filed under Diplomacy & Foreign Policy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s